10 Books That Changed My Life

Everyone would love to hear about other people’s top-ten about anything. Let me share you the top-10 books that ‘changed my life’. Tepatnya, 5 buku asing dan 5 buku lokal (Indonesia).

BOOKS THAT CHANGED MY LIFE

1. Jomblo (Adhitya Mulya)

http://www.goodreads.com/book/show/3029362-jomblo

You can whine around about how cheesy this book is and how its male jokes undermine your feminine side. Tapi, buku ini adalah buku pertama yang memancing ketertarikan saya terhadap pengarang Indonesia. Hype-nya juga pas, saya membacanya pada saat saya kuliah, dan di kota Bandung, kota yang menjadi setting cerita ini. Friendship, love, trust, semua menjadi inti cerita sederhana yang di-packaging dengan baik oleh karya Adhitya Mulya ini. Dan satu lagi, saya suka banget penggunaan footnote-nya yang nyeleneh itu. Sangat kreatif!

2. Puing (novel kolaborasi)

http://www.goodreads.com/book/show/1516366.Puing

Tidak banyak yang tahu tentang buku ini. Setahu saya, buku ini memang terbitan indie, hasil kolaborasi beberapa blogger (pak Bondan Winarno termasuk salah satu penulisnya, lho!). Berkisah tentang prahara kehidupan dan pertanyaan tentang adakah kehidupan setelah mati, novel ini menganut teknik multiple stories, yaitu beberapa cerita lepas yang terhubung pada ending-nya. Bisa ditebak, dengan teknik bercerita seperti itu, buku ini adalah salah satu buku yang mengilhami saya menulis novel pertama saya, Here, After.

3. Pintu Terlarang (Sekar Ayu Asmara)

http://www.goodreads.com/book/show/1557017.Pintu_Terlarang

Confession time: kadar book-lover saya tidaklah terlalu tinggi sehingga bisa membuat saya mengidolakan novel ini sebelum menonton filmnya. Faktanya, saya menonton dan mengagumi filmnya dulu sebelum membaca bukunya. Ternyata, luar biasa. Cerita novelnya ternyata sangat berbeda dengan skrip filmnya. Saya suka banget dengan cara menulis Sekar Ayu Asmara yang dark dan penuh misteri. Jika suatu hari saya menulis cerita misteri, maka saya harus belajar banyak kepadanya.

4. 9 dari Nadira (Leila S. Chudori)

http://www.goodreads.com/book/show/7049082-9-dari-nadira

Ini adalah buku Indonesia pertama yang membuat saya –literally– menangis karena terenyuh membacanya. Sembilan cerita pendek ini dibungkus dalam suatu frame besar kisah keluarga sang tokoh utama bernama Nadira. Ceritanya sangat dekat dengan keseharian kita, karena bercerita tentang keluarga, cinta, dan harapan. Namun yang membuat saya kagum adalah cara Leila S. Chudori dalam memilih kata demi kata yang bisa membuat suasana hati pembacanya campur-aduk. Tidak heran kalau pada akhirnya, para pembaca selalu meminta lebih dari cerita Nadira.

5. Manjali dan Cakrabirawa (Ayu Utami)

http://www.goodreads.com/book/show/8567054-manjali-dan-cakrabirawa

Orang-orang bilang, ini adalah karya Ayu Utami yang paling lemah ceritanya, terutama jika dibandingkan dengan dwilogi ‘Saman’ dan ‘Larung’. Namun, saya punya pendapat sendiri. Kisah cinta segitiga yang berbalut petualangan memecahkan misteri berbau mistis dan etnik merupakan hal baru bagi saya. buku ini menawarkan segalanya. Saya tidak bisa berhenti membacanya.

6. High Fidelity (Nick Hornby)

http://www.goodreads.com/book/show/285092.High_Fidelity

Buku inilah yang menyadarkan saya bahwa cerita tentang cowok yang patah hati ternyata menjadi sangat menarik, terutama jika dibahas dari sudut pandang dan dibumbui segala macam gimmick yang ‘cowok banget’. Novel ini dibuat berbeda dengan segala elemen pop culture yang menjadi selera Hornby sendiri, yaitu film, lagu-lagu rock alternatif, dan tentu saja: football alias sepakbola. Nick Hornby adalah penulis novel yang berangkat dari profesi kritikus lagu dan film, serta jurnalis sepakbola. Berhubung saya sendiri tegrila-gila dengan ketiga hal itu, maka tidak salah jika pada akhirnya saya menganggap Hornby sebagai salah satu panutan, sampai sekarang. Dan entah sampai kapan.

7. The Alchemist (Paulo Coelho)

http://www.goodreads.com/book/show/865.The_Alchemist

Siapa sih yang nggak suka sama buku yang melegenda ini? Membaca cerita dongeng filosofis karangan Paulo Coelho ini serasa mendengarkan petuah bijak dari seorang kakek tua yang arif. Buku ini mengajarkan kita untuk selalu memandang dunia dengan positif, serta selalu percaya pada kekuatan impian kita. If you really want something, the universe will conspire to help you. Itulah petuah bijak yang akan selalu saya ingat. Dan sepertinya, banyak yang sepakat dengan saya.

8. The Headless Ghost (R.L. Stine, Goosebumps Series)

http://www.goodreads.com/book/show/125623.The_Headless_Ghost

Sedikit bernostalgia, inilah buku yang sukses mengubah saya dari seorang pembaca cerita bergambar (komik) menjadi pembaca rangkaian kata demi kata dalam bentuk novel. Penulis Amerika R.L. Stine berhasil membius saya, yang waktu itu masih duduk di bangku SMP, untuk mengikuti cerita horor Goosebumps-nya. Khusus seri no.37, yaitu ‘The Headless Ghost’ alias ‘Misteri Hantu Tanpa Kepala’, adalah seri yang paling langka dan sulit ditemukan dimana-mana. Saya sendiri waktu itu membelinya di sebuah toko buku di Denpasar, Bali.

9. The Kite Runner (Khaled Hosseini)

http://www.goodreads.com/book/show/77203.The_Kite_Runner

Buku yang menyadarkan saya bahwa sebuah tragedi, jika ditulis dengan baik, dapat menjadi sebuah kisah yang sangat indah. Buku yang konon, ditulis oleh Khaled Hosseini berdasarkan masa kecilnya di Afganistan ini bukan hanya sangat menyentuh, tapi juga membuat saya tidak cukup membacanya hanya sekali. Penggambaran ceritanya sangat halus, namun di beberapa titik sangat menyayat, sehingga tidak sadar kita akan menitikkan air mata.

10. Invisible Monsters (Chuck Palahniuk)

http://www.goodreads.com/book/show/22290.Invisible_Monsters

Saya mengagumi… bukan, saya menyembah Chuck Palahniuk karena warna tulisannya berbeda dengan penulis manapun di dunia ini. Fight Club adalah karyanya yang pertama mengguncang dunia literatur dengan temanya yang kontroversial dan penulisannya yang nyeleneh. Namun, bagi saya pribadi, ‘Invisible Monsters’—lah yang sangat berpengaruh. Bagaimana tidak? Buku ini mendobrak semua aturan konvensional: tema yang (masih) kontroversial, berbagai twist yang bikin terkejut, serta yang paling utama: plot yang sengaja dibuat tidak beraturan. Dimulai dari ending, serta perkenalan tokoh dan background cerita sengaja diletakkan di tengah-tengah. Namun, itulah seni yang membuat ‘Invisible Monsters’ menjadi sebuah cult yang berbeda dari karya-karya lain.

Now, it’s your turn! Tell me, what are the books that changed your life?

Advertisements

2 thoughts on “10 Books That Changed My Life

  1. Novel Jomblo memang keren banget kok. Walau ending ceritanya, ya, cheesy sih, tapi humor dari awal buku itu luar biasa. Dan setuju, footnote-footnote edan yang jadi ciri khas buku itu kreatif banget, dan rasanya sesuatu yang baru. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s