Football Travelling

IMG-20120615-01654

Fan Zone Euro 2012 di Poznan, Polandia

Tidak terasa, sudah hampir dua tahun sudah sejak pertama kali saya menginjakkan kaki di benua Eropa. Saya telah memenuhi sebagian besar impian yang pada mulanya mendasari saya untuk memilih Eropa sebagai tujuan untuk melanjutkan kuliah.

Hidup di Swiss, sebuah negara yang bahasa nasionalnya bukan bahasa Inggris (walaupun sebagian besar penduduknya bisa berbahasa Inggris) adalah tantangan tersendiri. Untuk menyesuaikan diri, saya harus mempelajari bahasa yang digunakan penduduk setempat, makanya saya sedang mempelajari bahasa Jerman dan Prancis. Saya sering memperoleh kepuasan sendiri dalam belajar bahasa. Maka, rasanya tidak salah pilih saya mendarat di Swiss, dan bukannya memilih negara tujuan lain yang berbahasa Inggris seperti UK, Australia atau USA.

Selain itu, alasan saya memilih untuk melanjutkan pendidikan di Eropa adalah untuk merasakan langsung atmosfer fenomena massa terbesar di dunia: yaitu sepakbola. Enaknya tinggal di Eropa adalah dengan gampangnya kita bisa bepergian ke negara satu ke negara lain dengan menempuh jalur darat. Dalam setahun terakhir, saya dengan modal nekat sudah berkelana untuk nonton bola di Swiss, Spanyol, Polandia (pagelaran Euro 2012), Jerman, bahkan Austria dan Turki. Pengalaman nonton sepakbola saya di stadion pun semakin bertambah dari waktu ke waktu:

1. FC Zurich vs Vaslui (Stadion Letzigrund, Zurich, November 2011, penyisihan grup Europa League 2011-2012).

2. Swiss vs Argentina (Stade de Suisse, Bern, Februari 2012, international friendly–pertama kalinya saya nonton langsung aksi Lionel Messi!!!).

3. FC Barcelona vs Getafe (Estadio Camp Nou, Barcelona, April 2012, Liga Spanyol 2011-2012–dreams came true! Akhirnya nonton langsung Barca di Camp Nou!!!).

4. Valencia vs Rayo Vallecano (Estadio Mestalla, Valencia, April 2012, Liga Spanyol 2011-2012).

5. Real Madrid vs Sporting Gijon (Estadio Santiago Bernabeu, Madrid, April 2012, Liga Spanyol 2011-2012).

6. Rayo Vallecano vs Atletico Madrid (Estadio Vallecas, Madrid, April 2012, Liga Spanyol 2011-2012).

7. Swiss vs Jerman (St. Jakob Park, Basel, Mei 2012, 2012, international friendly).

8. Spanyol vs Korea Selatan (Stade de Suisse, Bern, Mei 2012, international friendly).

9. Italia vs Kroasia (Miejski Stadium, Poznan, Juni 2012, Euro 2012).

10. Galatasaray vs Fiorentina (Turk Telekom Arena, Istanbul, Agustus 2012, international friendly).

11. BSC Young Boys vs FC Midtjylland (Stade de Suisse, Bern, Agustus 2012, Euro League 2012-2013–talking about non-mainstream football, hehehe…).

12. Switzerland vs Norway (Stade de Suisse, Oktober 2012, World Cup Qualifications)

13. BSC Young Boys vs Liverpool (Stade de Suisse, Bern, Oktober 2012, Euro League 2012-2013)

IMG_1015

Stade de Suisse, Maret 2013. Dua orang Indonesia: saya dan Edo, serta Daniel, teman kami orang Spanyol… eh bukan, Catalunya

14. BSC Young Boys vs Anzhi Makhachkala (Stade de Suisse, Bern, Desember 2012, Euro League 2012-2013)

15. SC Freiburg vs Greuther Fuerth (Mage Solar Stadium, Freiburg, Desember 2012, Bundesliga 2012-2013)

16. BSC Young Boys vs FC Sion (Stade de Suisse, Bern, Maret 2013, Swiss Super League 2012-2013)

17. FC Basel vs Grasshopper Zurich (St. Jakob Park, Basel, Mei 2013, Swiss Cup Final 2013)

18. Austria vs Sweden (Ernst Happel Stadium, Vienna, Juni 2013, World Cup Qualification)

19. Vfl Wolfsburg vs AS Saint-Etienne (Tourbillon Stadium, Sion, Juli 2013, Valais Cup 2013)

20. FC Sion vs Olympique Marseille (Tourbillon Stadium, Sion, Juli 2013, Valais Cup 2013)

21. FC Basel vs Borussia Dortmund (St. Jakob Park, Basel, Juli 2013, International Club Friendly)

22. AC Milan vs Sao Paolo (Allianz Arena, Muenchen, Agustus 2013, Audi Cup 2013)

23. Bayern Muenchen vs Manchester City (Allianz Arena, Muenchen, Agustus 2013, Audi Cup 2013)

24. Switzerland vs Brazil (St. Jakob Park, Basel, Agustus 2013, International Friendly)

and the list goes on

Sebagian besar pertandingan yang saya saksikan langsung di stadion adalah yang dilangsungkan di Swiss. Saya cukup beruntung karena negeri penghasil jam tangan dan coklat ini lumayan diminati sebagai penyelenggara pertandingan-pertandingan kelas dunia, meskipun animo sepakbolanya masih kalah dari negara-negara tetangganya, seperti Jerman atau Italia. Selain itu, saya sering nekat travelling dengan beberapa orang teman untuk memuaskan rasa penasaran menonton pertunjukan sepakbola yang semasa kecil hanya kami saksikan di kotak televisi. Tidak kurang dari Spanyol, Jerman dan Italia sudah kami jelajahi. Memakai kiat grup travelling supporter tertua di Indonesia, bonek (bondo nekat alias modal nekat), kami juga mengarungi negara-negara di Eropa dengan modal seadanya. Numpang di rumah kenalan, nginap di hostel murah, bahkan tidur di stasiun kereta dan airport demi menghemat biaya penginapan, sudah pernah saya dan teman-teman saya alami.

Sejauh ini, banyak teman yang nyindir saya di Twitter atau Facebook, ‘Kamu itu ke Eropa buat sekolah atau nonton bola, sih?’ Toh, selama saya bisa me-manage keseimbangan studi saya dengan dengan football travelling yang saya lakukan, kenapa tidak? Lagipula, alasan saya untuk ber-football traveling ria di Eropa adalah quote terkenal Mark Twain: ‘Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn’t do than by the things you did do.’ Yap, saya berusaha sebisa mungkin meraih momen-momen itu sekarang, sebelum menyesal di kemudian hari kelak.

Selain itu, sebenarnya toh saya hanya melakukan hal-hal yang bagi masyarakat Eropa dianggap wajar. Jika kata orang-orang bijak, manusia adalah makhluk yang berbudaya dan selalu berpindah-pindah, maka sepakbola menjadi alasan saya untuk menjalani kedua ‘kodrat’ itu. Tidak ada tempat yang lebih tepat untuk memahami sepakbola sebagai warisan budaya dunia selain negara-negara di Eropa.

43dff5a3e3af91335caf51008a7a5373

Travelling terbaru saya: Allianz Arena, Agustus 2013. Audi Cup.

Terasa betul bahwa dalam dua tahun ini saya mengalami berbagai perubahan sudut pandang. Selain karena travelling membantu wawasan saya hingga semakin terbuka, saya juga semakin mencintai sepakbola tanpa harus membeda-bedakan apakah tontonan sepakbola itu melibatkan tim-tim dan pemain-pemain ternama atau tidak. Saya tidak peduli lagi apakah yang main merupakan klub terkenal seperti Barcelona atau Bayern Muenchen, atau klub tidak ternama dari Swiss seperti FC Sion. Apakah yang saya tonton merupakan pertandingan kelas dunia dengan harga tiket mahal seperti Liga Champions atau sekadar pertandingan knock-out Piala Swiss. Yang terpenting bagi saya adalah belajar menikmati sepakbola apa adanya, sebagai sebuah permainan yang indah, tanpa memberi label atau embel-embel pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Bisa berada di dalam stadion bersama ribuan pasang mata yang memiliki passion yang sama sudah merupakan kepuasan luar biasa.

Maka, dalam setahun terakhir, saya merekam jejak-jejak perjalanan saya di berbagai stadion di Eropa dalam bentuk tulisan. Hopefully, suatu hari nanti akan menjadi sebuah buku. Sudah ada rekan penerbit yang mengutarakan niat ingin menerbitkan cerita saya, tapi saya masih belum pede. Keinginan saya adalah menjadikan buku ini sebagai perpaduan cerita travelling dan passion tentang sepakbola. Tidak melulu soal sepakbola. Saya ingin hasil tulisan ini bisa dinikmati semua kalangan, bahkan non-fans sepakbola sekalipun.

Untuk mencapai tujuan itu, saya mendalami berbagai literatur yang mengangkat fenomena sepakbola. Beberapa buku bertema sepakbola saya lahap. Beberapa di antaranya adalah:

Fever Pitch by Nick Hornby (my favorite author!).

A Life Too Short: The Story of Robert Enke by Ronald Reng (semacam biografi Ronald Enke, kiper nasional Jerman yang tewas bunuh diri).

Barca: The Making of The Greatest Team in the World by Graham Hunter.

How Soccer Explains the World by Franklin Foer.

Messi: The Story of A Boy Who Became A Legend by Luca Caioli.

– …dan buku favorit saya: The Miracle of Castel di Sangro by Joe McGinniss

Beberapa hasil ‘latihan’ football-travel-writing ini sudah saya kirimkan untuk di-publish di website Bola Total. Jika ingin membacanya, silakan ikuti link ini: http://www.bolatotal.com/jurnalbotoligans-maheeer.html

Saya pun semakin mantap menyebut diri saya sebagai football traveler. I’m living the passion of the most beautiful game in the world! 🙂

1014017_704147559602420_1944727412_n

MP

Advertisements

3 thoughts on “Football Travelling

  1. Mas , mau nanya dong karena mas mahir uda pernah nonton langsung barcelona di noucamp, bisa minta info ga kemarin beli tiketnya jauh2 hari apa uda mepet dan di website langsung atau via agen gitu mas? Saya berencana untuk nonton 16 april 2017, apakah ada rekomendasi atau saran untuk pemula seperti saya? Terimakasih banyak Mas Mahir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s