2014 Upcoming Project (1)

Selamat tahun baru 2014!

Sebelum ada yang nanya, apakah saya ada rencana nerbitin novel baru di 2014, saya jawab saja dulu: iya.

Nukilan di bawah ini adalah sedikit dari naskah saya berjudul tentatif ‘Distorsi‘. Sudah disetujui untuk terbit oleh GagasMedia, dan sekarang sedang dalam proses pengeditan.

Oh ya, gara-gara novel pertama saya, ‘Here, After‘ yang bertaburan adegan-adegan tragis, banyak yang mengira novel kedua saya, ‘Rhapsody‘, juga akan bernuansa suram. Ternyata tidak. Banyak yang kaget karena Rhapsody lebih ceria dan inspiratif. Nah, khusus bagi mereka yang menyukai tone-nya Here, After, boleh berharap pada naskah baru ini.

Hope it will live up the expectations! 🙂

Selamat membaca!

DISTORSI

Pada suatu hari, ketika hari di luar sudah mulai gelap, Satria memutuskan untuk masuk ke ruangan perpustakaan mencari Lara. Ruangan itu sudah sepi. Satria hanya melihat punggung Lara dari belakang dan rambut panjangnya yang tergerai. Dia berada di ujung ruangan, sehingga terlihat seolah ditelan oleh jejeran rak penuh buku. Perlahan, Satria berjalan menghampirinya.

Namun, seiring dengan langkah kakinya menyusuri deretan rak buku, ia menyadari bahwa ada yang berbeda dari gelapnya ruangan itu. Hanya ada secuil cahaya matahari sore yang menyelinap dari celah jendela. Rambut panjang Lara terlihat seperti sosok hantu di film-film horor Jepang.

Bukan, itu bukan Lara.

Itu adalah… sosok hantu berambut panjang itu lagi!

Bulu kuduk Satria berdiri. Suasana ini memang cukup horor. Meskipun suara langkah kakinya cukup jelas terdengar di lantai, sosok berambut panjang itu tidak menoleh sedikitpun.

Satria memutuskan untuk memperlambat langkahnya. Tiba-tiba terdengar suara isak tangis perempuan.

Kali ini seluruh urat syaraf di tubuhnya menegang.

Langkahnya sedikit demi sedikit semakin mendekati perempuan berambut panjang itu. Rambut hitam legamnya yang sedikit berombak itu ternyata basah. Punggungnya bergerak-gerak. Suara isak tangis lama-kelamaan semakin terdengar jelas.

Satria mengulurkan tangannya yang bergetar hebat untuk menyentuh punggung wanita itu. Namun seketika dia terhenti.

Sesuatu yang basah dari balik rambut panjangnya meninggalkan noda berwarna gelap di punggungnya. Noda itu perlahan semakin membesar. Lalu semakin besar.

Barulah ia menyadari bahwa noda berwarna merah tua itu adalah…

Darah.

Napas Satria tertahan. Ia menatap sosok itu tak berkedip.

‘La…ra?’ panggilnya lirih.

Sosok itu berhenti terisak. Lalu, dengan sebuah gerakan berkelebat, sosok itu memutar tubuhnya.

Satria menjerit.

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s