Not Easy Being A TV Pundit

Pengen banget deh jadi komentator sepak bola. Tinggal datang, terus cuap-cuap soal bola. Dapat duit. Enak banget.’

Itu anggapan saya sewaktu kecil setiap kali melihat para komentator sepak bola di stasiun-stasiun televisi Indonesia. Memang terlihat menyenangkan, datang ke studio memakai jas, lalu ngoceh tentang sepak bola selama sejam-dua jam. Dapat duit lalu terkenal. What a life.

Namun, saya tak menduga ketika hari saya diundang ke televisi untuk berkomentar tentang sepak bola tiba, anggapan saya di atas langsung berubah.

Ceritanya, pada tanggal 12 Desember 2014 lalu saya diundang stasiun televisi Berita Satu sebagai narasumber di program Football Insight. Teman sekaligus editor saya di Bola Total, Ekky, lebih dulu diundang ke acara tersebut dan merekomendasikan saya kepada tim kreatif Berita Satu.

IMG_20141213_174242

Pada pukul 11 malam pada hari itu, saya pun mengisi acara tersebut bersama narasumber lain, Mas Edi dan host acara tersebut, Ahmad Murodi (Dody). Di situlah, saya merasa bahwa jadi komentator (atau istilah kekiniannya: pandit) itu tidaklah gampang. Saya terkadang bingung dan nge-blank sendiri ketika berhadapan dengan kamera. Padahal, berbicara tentang sepak bola di depan kamera sudah sering saya lakukan di podcast Bola Total.

Pelajaran berharga justru ditunjukkan Mas Edi, yang mempersenjatai dirinya dengan secarik kertas berupa data-data sepak bola up-to-date baik tentang sepak bola Italia, Spanyol maupun Inggris. Background beliau sebagai wartawan senior di tabloid Soccer sangat mendukung. Saya bisa berkilah bahwa beberapa jam sebelumnya saya masih kerja di kantor dan menempuh perjalanan 3 jam Bandung-Jakarta sebelum sampai ke studio, sehingga tidak sempat melakukan riset sebelum syuting. Namun intinya, pada malam itu saya langsung punya pendapat baru bahwa jadi komentator itu bukanlah pekerjaan gampang!

IMG-20141218-WA0007

Anyway, mudah-mudahan Berita Satu (dan juga stasiun-stasiun televisi lainnya) tidak kapok mengundang saya sebagai pandit. At least, saya sudah survive satu jam pertama saya di depan kamera untuk sebuah acara yang disiarkan live, hehehe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s