Apa Film Sepak Bola Favorit Anda?

Selain menonton sepak bola, sebagian besar hidup saya diisi dengan menonton film. Jika keduanya digabung, yaitu menonton film sepak bola, tentunya merupakan suatu pengalaman luar biasa bagi saya. Sayangnya, film berkualitas tentang sepakbola bisa dihitung jari. Entah mengapa Hollywood masih cendering ogah mengembangkan film tentang olahraga tersebut. Mungkin karena kepopuleran si kulit bundar di negara Paman Sam belum menyentuh lapisan masyarakat seperti baseball, bola basket atau American Football.

Meski demikian, jika dihitung-hitung ternyata sudah  lumayan banyak film tentang sepak bola yang sudah saya lahap. Beberapa di antaranya memang merupakan produksi Inggris dan negara-negara lain di luar Amerika Serikat.

Jika erbicara tentang film sepakbola, kebanyakan orang mungkin akan menyebut judul ‘Green Street Hooligans’. Saya pribadi kurang menyukai film tersebut berkaitan dengan kadar kekerasan yang terlalu banyak. Selain itu, meskipun cukup terhibur oleh ‘Shaolin Soccer’, namun saya tidak memasukkan film tersebut ke daftar favorit karena aksi konyol-konyolannya Stephen Chow membuat saya hanya menikmatinya sebagai komedi  daripada sebuah film berspirit olahraga.

Hitung-hitung menyambut film tentang FC Barcelona yang sedang diproduksi oleh sutradara The Bourne Supremacy, Paul Greengrass, postingan ini sengaja ingin saya khususkan untuk berbagi film sepakbola favorit saya. Selain itu, jika Anda mengetahui film sepakbola yang bagus dan belum tercantum di list ini, mari kita berbagi info.

Dengan mengesampingkan film-film dokumenter, saya memulai top 10 film sepakbola favorit saya ini dari urutan paling belakang.

Sepuluh: Kicking & Screaming (2005)

Hollywood memang belum pernah menganggap serius sepakbola sebagai bagian dari kultur mereka. Film-film sepakbola yang dibuat pun jika bukan film hiburan anak-anak seperti ‘Air Bud 3’ atau ‘Soccer Mom’, pasti mengisahkan sepakbola sebagai olahraga gadis-gadis SMA (‘She’s the Man’ dan ‘Mad about Mambo’). Meski demikian, film komedi yang dibintangi Will Ferrel produksi tahun 2005 ini cukup saya nikmati. Ceritanya tentang seorang pemuda pemalas yang ingin membuktikan diri sebagai orang yang berguna dengan mengambil tanggung jawab sebagai pelatih tim sepakbola anak-anak. Sebuah scene menarik muncul di sini ketika ayah Will Ferrell diceritakan menyimpan bola yang diperolehnya dari sang legenda, Pele.

Sembilan: A Shot at Glory (2000)

Bercerita seputar sepakbola Skotlandia, film ini dibintangi aktor gaek pemenang Oscar Robert Duvall dan pemeran Batman era 1990-an, Michael Keaton. Bercerita tentang seorang investor Amerika Serikat yang mengambil alih kepemilikan klub divisi dua Skotlandia, film ini serasa versi sepakbola dari Any Given Sunday-nya Al Pacino. Jangan lupa, daya tarik utama adalah legenda hidup Glasgow Rangers dan timnas Skotlandia, Ally McCoist, yang ikut berakting di sini.

Delapan: Bend It Like Beckham (2002)

Film ini menjadi sleeper hit di tahun 2002 sekaligus melambungkan aktris cantik Keira Knightley. Ceritanya juga unik, tentang seorang gadis keturunan India dari suku Sikh yang sehari-hari menghadapi mindset keluarganya yang kolot, padahal dirinya bercita-cita menjadi pesepak bola wanita profesional.

Tujuh: Escape to Victory (1981)

The Expendables’ ternyata bukan proyek all-star pertama dari Sylvester Stallone. Di tahun 1981, aktor berotot ini membintangi sebuah film bertema olahraga lain. Dari ring tinju di film ‘Rocky’, Stallone berakting di lapangan hijau dengan belasan bintang sepak bola zaman dulu, di antaranya Bobby Moore, Osvaldo Ardiles, dan sang legenda dunia: Pele! Ceritanya tentang sebuah penjara di masa pemerintahan Nazi. Para tawanan perang yang ditantang oleh tim sepak bola Jerman untuk melakukan pertandingan persahabatan, mencoba mempergunakan kesempatan ini untuk melarikan diri dari penjara.

Enam: Maradona, La Mano di Dio (2007)

The Hand of God. Benar, kita sedang berbicara tentang sang legenda penuh kontroversi, Diego Maradona. Film produksi patungan Italia-Argentina ini dengan gamblang menggambarkan perjalanan hidup sang legenda dari masa kecil ke masa keemasannya, hingga ketergantungannya pada obat terlarang. Sosok Diego sendiri dibintangi oleh Marco Leonardi, aktor yang mengharu-biru penonton di ‘Cinema Paradiso’.

Lima: Goal: The Dream Begins (2005)

Mungkin inilah proyek film sepak bola paling ambisius dalam perfilman dunia. Digadang-gadang sebagai ‘Lord of the Rings’-nya sepak bola karena dibuat menjadi trilogi, ‘Goal’ mengalami penurunan kualitas seiring perjalanan episodenya. Film kedua, meskipun dibintangi pemain-pemain asli Real Madrid seperti Iker Casillas, Sergio Ramos dan si poster boy David Beckham, namun menampilkan plot cerita yang tipis bak sinetron. Jilid ketiganya jangan ditanya, hancur lebur dari sisi kualitas, seolah para filmmaker-nya memang tidak niat membuat film.

Meski demikian, ‘Goal’ edisi pertama adalah surga bagi pecinta sepak bola karena mengusung formula klasik namun tetap menginspirasi. Sang protagonist, Santiago Munez adalah pemuda dengan talenta sepak bola hebat meskipun terlahir dari keluarga miskin. Nasib akhirnya mengantarkannya untuk bermain di Newcastle United, yang berlanjut ke Real Madrid di film kedua.

Empat: The Damned United (2009)

Berbicara soal kualitas, film yang satu ini adalah jawaban dari segala penantian akan sebuah film sepak bola berkualitas. Berkisah tentang sosok legendaris sepakbola Inggris Brian Clough di titik tolak karirnya sebagai manajer jenius. Kunci di balik berbobotnya film ini adalah penampilan super apik Michael Sheen sebagai sang legenda dan tangan dingin sutradara Tom Hooper yang kelak memenangi penghargaan Oscar lewat ‘The King’s Speech’. Jangan lupakan pula bahwa naskah film ini diadaptasi dari buku laris karya David Peace.

 Tiga: Fever Pitch (1997)

Saya sangat mengagumi sosok Nick Hornby sebagai seorang penulis novel dan catatan sepak bola. Pria Inggris ini terkenal juga sebagai fans loyal Arsenal. Sebuah buku larisnya bertajuk Fever Pitch, yang berisikan jurnal pertandingan The Gunners yang disaksikannya sejak kecil hingga dewasa. Buku non-fiksi tersebut diadaptasi menjadi sebuah film produksi Inggris berjudul sama di tahun 1997 dengan mengandalkan aktor watak Colin Firth sebagai sang protagonis. Film ini menjadi salah satu favorit saya, meskipun Hollywood merusaknya di tahun 2005 dengan membuat remake bertema baseball yang dibintangi Drew Barrymore.

Dua: The Miracle Match a.k.a The Game of Their Lives (2005)

Diangkat dari buku karya Geoffrey Douglas, film ini mengisahkan pertandingan paling memorable bagi timnas Amerika Serikat yang terjadi di tahun 1950. Di kala itu, tim negeri Paman Sam berhasil mengalahkan tim terkuat di dunia, Inggris, dengan skor 1-0. Meski film ini sangat subjektif, namun pesan inspirasional yang disampaikannya bisa dinikmati oleh siapa pun. David beating Goliath is the true beauty of football anyway.

Satu: Mean Machine (2001)

Favorit nomor satu saya jatuh pada film Inggris berjudul sangar ini. Meski dibintangi oleh Vinnie Jones yang mantan atlet sepakbola beneran, film ini sama sekali jauh dari aura serius. Mengusung cerita hampir sama dengan Escape to Victory-nya Stallone, tentang para narapidana yang menantang pihak sipir penjara untuk tanding sepakbola, film ini adalah salah satu komedi Inggris terbaik yang pernah saya tonton. Salah satu adegan yang paling membuat saya terbahak adalah karakter penjaga gawang sinis nan bengis yang diperankan oleh Jason Statham (yes, that Jason Statham).

Wish List

Beberapa film yang belum sempat tapi pengen sekali saya nonton antara lain:

  • Phorpa a.k.a The Cup (1999), komedi tentang para biksu Buddha di Bhutan yang sembunyi-sembunyi menonton televisi pada pelaksanaan Piala Dunia.
  • When Saturday Comes (1996), kisah ala Rocky Balboa, tentang seorang pemabuk yang sukses menjadi pemain professional di Sheffield United.
  • La Gran Final a.k.a The Great Match (2006), award-winning film produksi gabungan Prancis dan Spanyol tentang spirit menonton sepakbola para suku-suku terasing di berbagai penjuru dunia.
  • Will (2011), tentang seorang anak yatim piatu yang nekat pergi sendirian ke Istanbul demi menonton perjuangan Liverpool melawan AC Milan di final Piala Champions.
  • United (2011), film true story tentang ‘The Busby Babes’, para pemain Manchester United yang tewas akibat kecelakaan pesawat di tahun 1958.
  • Next Goal Wins (2014), dokumenter tentang tim sepak bola Samoa Amerika, dari tragedi kekalahan 0-31 dari Australia hingga mengecap kemenangan pertama di pertandingan internasional.

by Mahir Pradana

Advertisements

2 thoughts on “Apa Film Sepak Bola Favorit Anda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s