[TRAVEL STORY] CHRISTIANIA

Beberapa saat yang lalu, entah kapan, saya pernah berjanji mau berbagi sedikit pengalaman traveling berkesan saya. Janji itu rasanya sudah lama sekali, hahaha. Mumpung saya sedang dalam mood bercerita (dan juga mood traveling), saya mulai sedikit bercerita tentang…

CHRISTIANIA!

Ketika nama tempat ini disebut, mungkin banyak yang mengerutkan kening. Di mana itu? Kota apa itu? Negara apa itu? Sayangnya, penjelasan geografis hanya akan membuat kita bingung. Jadi, saya coba mulai menjelaskan ‘Christiania’ berdasarkan penjelasan di Wikipedia.

Freetown Christiania adalah wilayah otonomi yang secara geografis berada di tengah-tengah kota Copenhagen, Denmark. Luasnya sekitar 34 hektar dengan penduduk sekitar 850 jiwa. Pemerintah Denmark melarang peredaran ganja, tapi khusus untuk Christiania, penjualan dan pemakaian ganja dianggap legal. 

sumber: paragraf pertama Wikipedia tentang Christiania ( https://en.wikipedia.org/wiki/Freetown_Christiania )

Makin bingung, ya?

Baiklah, langsung saja loncat ke hari ketika saya berkunjung ke tempat itu. Meskipun saya ke sana sudah hampir 4,5 tahun lalu, tapi saya ingat jelas tanggalnya, karena tepat pada 1 Januari 2012.

Jujur saja, ketika menginjakkan kaki di kota Copenhagen, ibu kota Denmark, saya merasa sedikit bosan. Namun, ketika diberi tahu tentang Christiania, saya langsung mencari tahu informasi mengenai kota ‘self-proclaimed‘ ini di internet. Setelah membaca-baca bahwa tempat ini merupakan pemukiman kaum hippies dan terkenal sebagai Green Light District (lokalisasi penjualan ganja), saya sedikit ragu mau ke sana. Namun, teman-teman saya di Copenhagen meyakinkan bahwa tempat itu aman. Maka, datanglah saya ke Freetown Christiania. Berikut ini laporan pandangan mata:

IMG-20120101-00904

Patung Amelia Earhart (pilot wanita yang lenyap ditelan bumi) yang entah kenapa ada di pinggir jalan menjelang masuk ke Christiania

IMG-20120101-00907

Lorong jalan masuk ke Christiania

Setelah tiba di pintu masuk Christiania, terpampang larangan untuk mengambil foto selama berada di wilayah Christiania. Menurut Dhany, teman saya yang kuliah di Copenhagen, seorang teman lain yang diantarnya ke tempat itu sempat ‘bandel’. Ia dengan cueknya jepret sana-sini dengan kamera sakunya. Akibatnya sih tidak parah, tapi lumayan fatal. Beberapa pria berpakaian hippie mendatanginya, lalu memintanya dengan paksa untuk menghapus foto-foto dari kameranya. Memang, pria-pria itu tidak mencari keributan, apalagi bertindak dengan fisik. Namun tetap saja, jika ingin jalan-jalan dengan nyaman di Christiania, simpan kamera dalam-dalam di dalam tas, deh!

Well, jalan-jalan dengan nyaman di dalam Christiania sepertinya overstatement. Berbeda dengan jalanan Copenhagen yang dipenuhi bangunan Eropa cantik bagaikan dongeng dan jalan-jalan ber-pavin’ block ala abad 17-an, Christiania adalah kebalikannya. Di dalam Christiania, di sana-sini terlihat bangunan-bangunan lusuh dan sudah nyaris ambruk. Jalanannya becek, ditambah lagi sehari sebelumnya Copenhagen diguyur hujan. Lalu, entah kenapa banyak bangkai mobil dan sepeda serta ban-ban bekas. Padahal, kendaraan apa pun di larang masuk ke wilayah ini. Ditambah lagi banyak tong-tong kosong bobrok yang entah fungsinya untuk apa.

IMG-20120101-00908

Mungkin pernah ada masalah dengan orang Denmark? Entahlah.

Mungkin jika film ‘Mad Max’ ada di kehidupan nyata, Christiania-lah lokasinya.

Namun, meski jalan-jalan di dalam Green Light District ini tidak bisa dibandingkan dengan jalan-jalan di Shibuya, Tokyo, misalnya, bukan berarti tempat ini tidak menarik. Di antara bangunan-bangunan yang nyaris ambruk itu ternyata banyak kafe-kafe tempat nongkrong yang asik. Belum lagi lukisan-lukisan mural di tembok-tembok yang menggambarkan betapa free-spirited-nya penduduk Christiania. Jika kita cukup open-minded untuk duduk-duduk dan mengobrol dengan para hippies, kafe-kafe ini akan menjadi tempat minum kopi (dan mengisap ganja) yang menyenangkan.

Referensi lebih jauh tentang ‘Christiania’ ada di artikel ini: http://www.irishexaminer.com/lifestyle/travel/bigread/aged-42-copenhagens-freetown-still-has-a-cause-244428.html atau di website Visit Denmark ini: http://www.visitdenmark.com/copenhagen/attractions/christiania

Belum habis keterkejutan saya melihat banyaknya hal ‘ajaib’ di dalam Christiania, saya kembali terkejut melihat ada sebuah danau di dalam wilayah kota tak resmi tersebut.

3278686128_03b80202bc_b

Berhubung di dalam sudah tak boleh foto-foto, saya ambil gambar ini dari https://c1staticflickr.com

Terakhir, tepat sebelum keluar dari Christiania, pengunjung disambut dengan tulisan ini:

ExamChristiania_large

Teteup loh nggak mau dibilang bagian dari EU (Uni Eropa) sumber: irishexaminer.com )

IMG-20120101-00922

Overall, that was a great experience!

Bagaimana cara ke sana?

Yang pasti datang dulu ke Copenhagen (Denmark). Saya dulu naik pesawat Vueling dari Paris, mendarat di bandara Kastrup. Nginap di tempat temen.

Ke Christiania naik metro (subway): turun di Christianshavn, lalu jalan kaki ke pintu masuk Christiania. Kalau udah nemu patung Amelia Earhart di atas, berarti udah deket, hehehe. Good luck!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s