Sunset Holiday: The Road Trip

“Kalian mau honeymoon di mana?”

Setiap kali ada orang yang nanya begitu ke saya dan Nina , kami susah mau jawab apa. Bukan karena kami belum memikirkan jawaban mau menghabiskan luna-de-miel di mana, melainkan kami merencanakan rutinitas pasca resepsi nikahan yang cukup berbeda dari orang-orang lain, yaitu:

Road trip di Amerika Serikat dan Eropa.

hobbit.gif

Kenapa tidak berbulan madu di sebuah hotel berbintang dengan pemandangan pantai saja? Kenapa mesti cape-cape road trip? Yah, beberapa alasan yang mendasari kami adalah:

  • Kenapa tidak?
  • Kami ingin coba sesuatu yang berbeda.
  • Nginap di hotel bisa kapan saja. Sedangkan kesempatan road trip di USA mungkin tak akan datang lagi (karena Nina lagi kuliah di USA dan mumpung visa USA saya sendiri masih berlaku).
  • Mumpung kami masih bisa travel light, mungkin nanti berbeda cerita kalau Nina hamil atau kami sudah punya anak.
  • Ngumpulin cerita dan pengalaman hidup buat diceritain ke anak cucu nanti.
  • Kenapa tidak?
  • Terinspirasi film-film romantis bertema traveling seperti ‘Before Sunrise‘, ‘Forces of Nature‘ dan ‘Blended‘ (I can only think of the first one as an example, the last two are not-so-good movies, by the way, but better examples as a rom-coms than ‘Natural Born Killers’ or ‘True Romance‘).
X

Menunggu sunset di Grand Canyon adalah salah satu yang tak terlupakan

  • Banyak tempat yang ingin kami kunjungi, seperti beberapa National Park di USA, antara lain Grand Canyon, Yosemite, Death Valley, Antelope Canyon. Lalu kota-kota di Eropa seperti Paris dan Bern, serta gunung Titlis di Swiss. Dengan destinasi sebanyak itu, traveling dengan bus, kereta, dan pesawat akan sangat melelahkan dan tentu saja.. mahal! Makanya kami memilih road trip dengan menyewa mobil.
  • Kami ingin sekalian mampir ke San Diego untuk lihat-lihat suasana San Diego Comic-Con (nanti mungkin ada postingan khusus untuk bercerita tentang ini).
  • Kenapa tidak? Seriously, sesekali dalam hidup kita perlu road trip, dan road trip di luar negeri cukup life-changing.

A

Singkat cerita, liburan musim panas sekaligus honeymoon itu kami habiskan lebih banyak di jalan. Berjam-jam gantian menyetir dengan mobil sewaan cukup melelahkan juga, ternyata. Untungnya, siang hari di USA dan Eropa pada musim panas lebih panjang daripada malamnya (matahari baru terbenam pada pukul 21:30 malam). Tempat kami menginap juga bermacam-macam, dari sebuah pondok di tepi danau, kamar di tengah-tengah gurun, sampai kamar tamu di rumah orang yang kami sewa melalui AirBnb.

Y

Akan ada beberapa postingan tentang road trip tersebut Yang jelas, kami berdua sangat bangga dengan cerita honeymoon tak terlupakan ini!

 

Advertisements

3 thoughts on “Sunset Holiday: The Road Trip

  1. mahir, tulisanmu bagus, pasti.
    statistik pengunjung dan viewnya juga pasti tinggi.
    ngga pernah bertanya2, kenapa blogmu sepi dari comment?

    karena theme-nya ga bersahabat dengan comment-er.
    ini aja saya refresh bolak-balik comment dialognya ga muncul2 juga. ehh… ternyata nyempil dekat judul tulisan. hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s