Ramadan di Andalusia

Pengalaman Ramadan di Andalusia, Spanyol

Sebelum menginjakkan kaki di Spanyol untuk melanjutkan studi doktoral, saya melakukan riset kecil-kecilan tentang negeri di semenanjung Iberia tersebut. Saya mencari lebih jauh apakah kabar bahwa Islam pernah berjaya di negeri tersebut selama tujuh dekade lebih benar adanya.

IMG_6540

Relief di Istana Nasrid, Alhambra

Film dan buku karangan Hanum Rais berjudul ’99 Cahaya di Langit Eropa’ juga kemudian saya lahap lagi, karena saya ingat beberapa tempat di Spanyol menjadi setting ceritanya.

Akhirnya hasil riset kecil-kecilan tersebut mendukung saya untuk mantap menatap Spanyol, tempat saya akan bermukim selama minimal tiga tahun ke depan. Saya yakin bahwa kekhawatiran nantinya saya akan mengalami kesulitan menjalankan ibadah di sana sama sekali tidak perlu. Toh, pasti akan banyak peninggalan Islam di Spanyol, seperti masjid atau populasi Islam yang tidak sedikit, begitu perkiraan saya.

IMG_6686

Pemandangan Alhambra dari Istana Nasrid

Ternyata, sebagian besar perkiraan saya meleset. Spanyol memang masih menjaga beberapa peninggalan kaum Moor, yaitu kaum Islam yang menguasai sebagian besar Spanyol pada abad ke-8 hingga sekitar abad ke-15. Beberapa di antaranya adalah Grand Mezquita di kota Cordoba dan Istana Nasrid di Alhambra, Granada. Namun, bangunan-bangunan tersebut sudah beralih fungsi selama berabad-abad dan tidak lagi digunakan untuk kepentingan umat Islam.

Grand Mezquita, yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti ‘Masjid Agung’, kini digunakan sebagai katedral oleh masyarakat Katolik di Spanyol. Sedangkan istana Nasrid kini dipergunakan sebagai objek pariwisata, dan lokasinya, Alhambra, merupakan salah satu penarik wisatawan terbanyak di Eropa.

IMG_4298

Grand Mezquita di Cordoba

Meski demikian, di Spanyol tetap banyak bangunan masjid yang dikelola oleh komunitas Islam. Kebanyakan warga Muslim di Spanyol adalah keturunan Maroko, Tunisia dan Nigeria. Kurma menjadi menu wajib berbuka puasa, selain beberapa kudapan manis dari Afrika Utara. Waktu berbuka puasa di Spanyol jatuh pada sekitar pukul 9.15 hingga 9.45 petang, tergantung di wilayah mana kita berada. Saya sendiri yang kuliah di kota Sevilla, ibukota wilayah Andalusia, harus menunggu sampai pukul 9.45 untuk berbuka puasa.

Saat ini di Sevilla sudah memasuki awal musim panas. Tantangan menahan lapar dan dahaga bertambah dengan suhu udara yang kering dan mulai menyentuh angka di atas 30 derajat Celcius. Setelah berbuka puasa bersama di masjid pada pukul 9.45 dan melaksanakan salat Magrib hingga sekitar pukul 10.15, biasanya umat Muslim menunggu di masjid hingga pelaksanaan salat Isha yang dilanjutkan tarawih pada sekitar pukul 12 malam.

Tulisan ini dimuat di Harian Fajar pada tanggal 13 Juni 2017:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s