Revisiting ‘The Beach’

Dulu sekali, sewaktu saya masih mahasiswa dan sedang getol-getolnya mengeksplorasi dunia literasi, saya jatuh cinta pada buku berjudul ‘The Beach’ karya Alex Garland.

Buku fiksi ini berkisah tentang seorang backpacker asal Amerika Serikat yang menemukan pulau tak berpenghuni di Thailand. Bersama beberapa backpacker lain dari berbagai belahan dunia, sang tokoh utama serasa hidup di surga, sampai pada akhirnya mimpi buruk datang. Pulau itu merupakan salah satu ladang tanaman yang diolah menjadi obat bius!

Jika plotnya terasa familiar, ya, tebakan Anda betul. Buku inilah yang menginspirasi film berjudul sama yang ikut mengangkat nama Leonardo DiCaprio ke jajaran aktor kelas satu dunia. Saya sama sekali tak suka filmnya, tapi saya kemudian tergila-gila pada bukunya. Cara bertutur Garland sangat lugas, seolah-olah dia sedang mabuk (secara harfiah maupun kiasan) pada traveling, mabuk cinta pada backpacker wanita yang ditemuinya di jalan, tak mau pulang karena lepas dari segala tanggung jawab yang menunggunya di kampung halaman, pokoknya mabuk akan semua godaan surgawi yang terdapat di dunia.

Kalau melihat cerita di belakangnya sih, Garland memang menulis buku ini sewaktu ia masih berusia 20-an dan berpetualang di beberapa negara Asia Tenggara. Jika generasi 60-an punya Catcher in the Rye sebagai ‘buku wajib’ anak muda berjiwa rebel, anak 70-an dan 80-an punya Rumble Fish, anak 2000-an punya Fight Club (yang juga saya suka), maka anak 90-an seperti saya wajar jika jatuh hati pada The Beach, selain mungkin Trainspotting yang mengusung tema anarki yang sama.

Screen Shot 2019-04-12 at 12.50.12 PM

sumber foto: alamystockphoto

Fast-forward beberapa dekade ke depan, Garland telah mengembangkan sayap dengan menyutradarai dua film fiksi yang sukses secara artistik dan komersial, Ex Machina dan Annihilation. Ia pernah menulis dua novel lagi setelah The Beach, tapi tidak mendapatkan pengakuan yang sama. Meskipun saat ini sudah mendekati usia kepala 5, Garland, bersama beberapa penulis lain seperti Irvine Welsh, Chuck Palahniuk dan Bret Easton Ellis, akan selalu dikenal sebagai salah satu penulis ‘Generasi X’ terbaik.

Saatnya saya membaca ulang dan terhanyut dalam petualangan Garland di The Beach.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s