Berkunjung ke FIFA Museum of World Football di Zurich

Pada tahun 2013 lalu, saya sempat berkunjung ke kantor Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) di kota Zurich, Swiss. Saat itu saya sedikit kecewa, karena yang terlihat hanyalah gedung perkantoran, terletak sedikit jauh di luar kota. Namun, ketika mendengar bahwa Museum of World Football milik FIFA diresmikan pada tahun 2016 lalu, saya langsung berniat untuk mengunjunginya.

Continue reading

Advertisements

Mengapa Saya Mendukung Timnas Swiss?

Di tengah ingar-bingar Piala Dunia 2018, orang-orang sering terheran-heran jika saya menjawab Swiss sebagai tim yang saya dukung di turnamen tersebut.

Mungkin saya dianggap sok hipster karena tidak memilih Brazil, Jerman, atau negara lain yang memiliki pemain-pemain lebih terkenal. Bahkan saya tak memilih Spanyol, tempat saya tinggal dan menuntur ilmu saat ini.

Saya punya alasan tersendiri. Continue reading

Bertemu Langsung Orang-Orang di Belakang Layar FC Barcelona

(Tulisan ini sudah dimuat di website Football Tribe Indonesia dengan beberapa penyesuaian)

Setelah beberapa kali mengunjungi Camp Nou untuk menyaksikan laga kandang Barcelona dari tribun penonton, kali ini saya memperoleh kesempatan langka untuk meliput sebagai reporter. Departemen Komunikasi FC Barcelona tidak hanya membalas permintaan liputan pertandingan dari redaksi Football Tribe Indonesia, mereka juga dengan antusias mengajukan satu tawaran yang tidak disangka-sangka sebelumnya, baik oleh saya maupun Chief Editor Football Tribe Indonesia.

“Kami ingin meliput Anda yang sedang bekerja meliput pertandingan kami. Pasalnya, kami jarang menerima kunjungan langsung jurnalis dari Indonesia. Reporter dan kameraman kami dari Barca TV akan menemui Anda di depan pintu 104 stadion Camp Nou,” demikian balasan dari Departemen Komunikasi FC Barcelona.

Continue reading

Apa saja Sekuel Film Horor Terlaris Sepanjang Masa?

Jika Anda seorang pecinta film horor, maka Anda harus menonton film ‘It’. Film tentang badut peneror yang diangkat dari novel Stephen King ini adalah versi baru dari cerita yang pernah populer di layar kaca pada awal dekade 1990-an.

Sumber gambar: moviepilot.com

Meski baru dirilis di Amerika Serikat pada 8 September 2017, film ini sudah diprediksi akan sukses besar. Maka, pihak studio New Line Cinema telah menentukan tahun 2019 sebagai tahun rilis sekuel ‘It’. Sambil menantikan sekuel film tersebut, mari kita simak deretan sekuel film-film horor tersukses sepanjang masa.

1. Paranormal Activity 2 – 6

sumber gambar: Scream Horror Mag

Semua seri film ini mungkin merupakan rangkaian film termurah di dunia yang menghasilkan keuntungan ribuan kali lipat. Film pertama ‘Paranormal Activity’ yang dirilis pada tahun 2007 hanya memakan biaya produksi sekitar 15-ribu dolar, tapi mendatangkan keuntungan hampir 200 juta dolar. Setelah itu, lima sekuel film ini diproduksi dengan harga yang masih murah, dengan total keuntungan nyari mencapai 900 juta dolar.

2. The Conjuring 2

sumber gambar: Dread Central

Film tentang kiprah suami-istri paranormal Ed dan Lorraine Warren bertajuk ‘The Conjuring’ cukup laris pada tahun 2013 lalu. Diproduksi hanya dengan biaya 20 juta dolar, film ini meraup pendapatan 218 juta dolar di seluruh dunia. Sekuelnya yang dirilis pada tahun 2016 lalu juga sangat laris, menghasilkan 320 juta dolar dari total biaya produksi hanya 40 juta.

3. Insidious Chapter 2 dan 3

sumber gambar: Bloody Disgusting

Insidious yang dirilis pada tahun 2010 diproduksi dengan biaya cukup murah, yaitu ‘hanya’ 1.5 juta dolar saja, tapi tak disangka-sangka laris manis dengan pendapatan total 97 juta dolar. Sekuelnya yang diberi tajuk ‘Insidious: Chapter 2’ lebih fenomenal lagi. Film kedua tersebut mencetak keuntungan 150 juta dolar lebih dengan hanya mengeluarkan biaya produksi 5 juta dolar. Chapter 3 yang dirilis pada tahun 2015 mengalami penurunan pendapatan, tapi masih menghasilkan lebih dari 110 juta dolar.

4. Annabelle Creation

sumber gambar: Variety

Kesuksesan The Conjuring mengundang ide untuk membuat spin-off dari film tersebut. Dipilihlah boneka mengerikan Annabelle untuk dibuatkan film sendiri. ‘Annabelle’ pertama (2014) yang dianggap memiliki kualitas kurang baik masih bisa mendatangkan keuntungan sekitar 250 juta dolar dari seluruh dunia. Namun, seiring dengan perbaikan kualitas yang diusung sekuelnya, ‘Annabelle Creation’, keuntungan pun terus berjalan hingga saat ini mendekati 300 juta dolar sejak dirilis pada Agustus 2017 lalu.

5. Final Destination 2-5

sumber gambar: IMDB

Film pertama ‘Final Destination’ dirilis pada tahun 2000 dengan penghasilan sebesar 100 juta dolar. Bisa ditebak, pihak studio pasti membuat versi lanjutan film horor tanpa sosok hantu ini. Sejak tahun 2003 hingga 2011, empat sekuel film horor unik ini telah dirilis, dengan total penghasilan mendekati 700 juta dolar.

San Diego Comic-Con

San Diego Comic-Con 2016

San Diego Comic-Con (SDCC) sudah terkenal sebagai surganya para pop-culture geeks di dunia. Saya sendiri sebelumnya hanya mengetahui ajang ini dari film ‘Paul‘ (2011) dan ‘Chasing Amy‘ (1997). Kalau ada rezeki, suatu saat saya harus ke Comic-Con, pikir saya. Kayaknya seru terlibat dalam euforia orang-orang yang menyenangi berbagai macam pop-culture.

Screen Shot 2017-07-20 at 2.52.02 PM

Kesempatan itu akhirnya datang tahun lalu, tepatnya musim panas 2016, ketika saya dan istri melakukan road trip across United States. Kami sengaja datang ke kota San Diego, California, untuk melihat bagaimana sih event SDCC itu?

Antusiasme event utama yang berlangsung di San Diego Convention Center itu ternyata terasa di seluruh kota. Kami sampai harus parkir mobil di Qualcomm Stadium yang letaknya agak melipir dari tengah kota. Bagusnya, di depan Qualcomm Stadium ada kereta dalam kota (disebutnya trolley), sehingga kami tinggal naik trolley ke Convention Center.

Di dalam trolley, secara bertahap naiklah penumpang-penumpang dengan berbagai dandanan karakter fiksi (cosplay). Star Wars, Star Trek, Lord of the Rings, you name it! Serunya, para orang tua mendandani anak-anak mereka dengan kostum, tapi lebih banyak lagi orangtua yang mengenakan cosplay mereka sendiri. Memang benar, SDCC membangkitkan sisi anak-anak dalam diri orang dewasa.

Screen Shot 2017-07-20 at 2.51.46 PM

Ada yang jadi Jawa di Star Wars

Sesampainya di pusat kota San Diego, terlihat di sana-sini banner raksasa bergambar poster berbagai film atau serial TV yang bar mau keluar dipajang menutupi gedung. Kami berdua tidak bisa masuk ke dalam ruangan yang mengadakan berbagai diskusi panel. Diskusi panel pada tahun 2016 itu antara lain Star Wars: Rogue One, Doctor Strange dan Suicide Squad.

Yang bisa masuk ke diskusi panel hanyalah mereka yang sukses membeli tanda pengenal (badge), sedangkan semua badge sudah habis terjual online dalam sehari pada Februari 2016. Gila, ya?

Mustahil juga membeli badge on the spot atau lewat calo. Orang waras sepertinya tak akan sudi menjual badge yang mereka peroleh dengan susah payah. Maka, saya dan istri harus puas dengan hanya berjalan-jalan di sekitar Convention Center, menikmati semua ‘kegilaan’ SDCC.

Screen Shot 2017-07-23 at 2.44.16 AM

niat banget ini orag jadi Jason (Friday the 13th)

Namun ketika berjalan sedikit ke arah halaman sebuah gedung di luar arena event, kami melihat ada keramaian. Kami pun bertanya kepada para petugas berseragam. Mereka menjelaskan bahwa event di luar ini bisa ditonton secara gratis.

Ternyata, event tersebut khusus membahas serial-serial yang diputar di TV kabel. Sayang, tepat ketika kami melewati antrian dan berhasil masuk, pengumuman di dekat panggung mengatakan bahwa salah satu acara yang ditunggu-tunggu baru saja selesai. Acara tersebut adalah interview bersama penulis naskah dan beberapa pemeran ‘Game of Thrones‘!

Untungnya, kami masih bisa menyaksikan talkshow salah satu serial berjudul ‘Outcast‘. Serial ini sepertinya tak terlalu populer di Indonesia, tapi saya sendiri mengikuti season 1-nya sampai selesai. Saya cukup girang melihat pemeran utamanya, Patrick Fugit (yang juga pernah bermain di film ‘Almost Famous‘), melambai ke arah penonton.

Screen Shot 2017-07-20 at 2.52.23 PM

atas: Talkshow ‘Outcast’ bawah: kami berdua di depan San Diego Convention Center

Sebelum kami beranjak dari daerah panggung, sempat diadakan pemutaran perdana trailer salah satu film yang ditunggu-tunggu pada tahun 2017, yaitu ‘Justice League‘!

Kami tidak mengikuti talkshow setelahnya karena kami ingin lebih menikmati suasana SDCC. Kami berjalan kembali ke jalan-jalan di sekitar Convention Center yang telah berubah menjadi lautan cosplay. Salah satu yang menurut saya paling unik adalah beberapa anak balita yang didandani menjadi Ghosbusters di bawah ini:

Sayang, kami hanya punya waktu sehari untuk berada di San Diego, padahal SDCC sendiri berlangsung selama 4 hari. Meski demikian, kami sudah cukup puas dengan pengalaman once in a lifetime ini.

Andorra

Pesona Andorra, Negara Kecil di Perbatasan

Spanyol – Prancis

Beberapa waktu lalu, teman-teman dari http://wewerehere.id/ mengundang saya dan istri untuk berbagi pengalaman kami traveling ke Andorra. Cerita yang kami bagikan di Twitter itu saya rangkum lagi di sini, lengkap dengan foto-foto hasil jepretan kami.

Kenapa kami memutuskan untuk ke Andorra? Kami pengin ngerasain rasanya berada di salah satu negara terkecil di dunia. Kami penasaran kehidupan masyarakat di suatu negara kecil seperti apa. Agak nyesel dulu ga sempat main ke San Marino & Liechtenstein.

Continue reading