Out Now: Rhapsody

Akhirnya novel baru saya, Rhapsody, terbit juga.

BZUuu_9CIAEPFax.jpg large

Dirilis oleh penerbit GagasMedia, harga resmi di toko buku adalah Rp.48-ribu, tapi jika membeli di toko-toko buku online, harga bisa lebih murah. Silakan cek ke pengenbuku.net , bukubukularis.com , bukabuku.com , dll.

BYx0fjtCcAA3NrL.jpg large

Jangan lupa ikuti behind-the-scene penulisan novel Rhapsody di blog saya yang lain, http://mphostel.blogspot.com

Radioplay ‘Moonliner’ from ‘Menuju(H)’

Pada bulan Januari 2013 lalu, seorang teman saya, penyiar di radio Prambors FM Makassar, menawarkan untuk membuat versi radioplay dari salah satu cerpen saya untuk menyambut Valentine 2013. Cerpen yang dimaksud adalah ‘Moonliner’ dari kumpulan cerpen ‘Menuju(H)’.

menuju(h)_cover

Siapa tau ada yang lupa, ini sampul buku ‘Menuju(h) yang saya tulis bersama 6 penulis muda lain 🙂

Akhirnya, tepat pada 14 Februari 2013 lalu, radioplay itu disiarkan di radio tersebut dan mendapat banyak respons positif dari pendengar. Bahkan, radioplay itu sempat diputar ulang dua minggu berikutnya! Now, thanks to SoundCloud, radioplay itu bisa kita dengarkan lagi.

Tinggal klik link berikut ini: https://soundcloud.com/pradana-mahir/moonliner

Nah… selamat terbuai oleh kisah cinta Safir dan Regina dalam radioplay ‘Moonliner’! 🙂

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ini adalah penampakan bus ‘moonliner’ yang menjadi inspirasi cerita (taken from http://www.simmentalzeitung.ch )

MP

Tentang Novel Baru

rhapsody_cover final

RHAPSODY: Sebuah novel tentang rumah

Sinopsis:
Ikuti arah angin itu; biarkan dia menuntunmu menelusuri jalan kembali yang diselingi derak-derak memori. Biarlah dia membantu mengepakkan sayapmu, ke pangkuan ibu dan pelukan saudara-saudari tercinta. Dan tidakkah kau rasakan sekarang, ketika rindu mulai membakar semangat diri dalam dirimu, lelahmu jadi sedikit terangkat?

Karena begitulah rumah; setiap jalan pasti akan mengarah pulang ke
sana. Setiap langkah adalah kelahiran, setiap jejak adalah kematian.
Matahari di atas kepalamu adalah keluarga, yang senantiasa
mengingatkanmu akan hangatnya.

Pulanglah. Karena memang sudah saatnya.

Dongeng Patah Hati

dongeng patah hati_cover

Dalam waktu dekat, saya akan punya buku lagi. Namun yang satu ini belum novel saya yang terbaru. Bukan, novel terbaru saya sedang disiapkan di dapur redaksi. Sabar ya. :p

Kali ini saya bergabung lagi dengan beberapa penulis pilihan penerbit GagasMedia untuk mendampingi karya-karya para pemenang Project Patah Hati. Buku kompilasi tersebut pun diberi judul, ‘Dongeng Patah Hati’.

Meskipun judulnya terkesan suram dan… ehm, galau, tapi saya excited menanti terbitnya buku ini. Bagaimana dengan kamu?

Nantikan di toko-toko terdekat pada minggu pertama April 2013!

MP

Lengkap Bertuju(H)!

Pada hari Sabtu, 26 Januari 2013, geng penulis buku kompilasi cerita Menuju(H) kembali mengadakan talkshow. Kali ini di Toko Buku Gramedia Istana Plaza, Bandung.

Ini adalah talkshow pertama ketujuh penulis lengkap. Selama ini promo buku tersebut memang belum pernah komplit karena salah seorang penulisnya tinggal di luar negeri. Siapa lagi kalau bukan… saya sendiri! :p

Tapi, di Istana Plaza waktu itu, kebersamaan benar-benar terasa, dan hari menjadi semakin spesial karena segenap karyawan toko buku bela-belain bikin flashmob diiringi lagu Gangnam Style demi menyambut kami. Thanks banget, guys, seluruh kru Gramedia Istana Plaza! 🙂

Anyway, seminggu setelah talkshow tersebut, saya harus kembali ke Swiss untuk melanjutkan kuliah. Tapi, hari tersebut benar-benar hari yang menyenangkan. Bahkan bisa menjadi salah satu cerita di Menuju(H) juga, hehehe.

Akhirnya geng Menuju(H) komplit!

ImageImage

*foto-foto dari website-nya Dea, http://www.salamatahari.com

 

Enam Plus Satu di Sepuluh, Sebelas, Dua Belas

10/11/12.

Di tanggal cantik yang juga diperingati masyarakat Indonesia sebagai Hari Pahlawan ini, buku kumpulan cerita ‘Menuju(H)’ akhirnya launching juga. Tempatnya di kafe buku 7-Heaven yang cozy bin gaul di Bandung. Pada hari Minggu yang (tadinya) cerah itu, para pecinta buku dan penggemar kata berkumpul di tempat tersebut untuk berbagi cerita dengan ketujuh penulis Menujuh.

Keenam teman saya, Aan Syafrani, Iru Irawan, Sundea, Theoresia Rumthe, Maradilla Syachridar dan Valiant Budi, semuanya hadir di tempat itu sejak jam 3 sore. Sayangnya, karena masih di Swiss, saya tidak bisa hadir. Sebagai jalan keluar untuk menyelipkan sedikit kehadiran saya, akhirnya teman-teman berencana mengadakan semacam video call dengan Skype. Dengan begitu kehadiran saya bisa dilihat di kamera komputer yang ditampilkan di sebuah layar putih, lengkap dengan suara yang keluar dari speaker.

(photo by Wulandari Setiawan – GagasMedia)

Jadi, saya bisa merasakan kehadiran saya di antara pengunjung yang setia memadati acara launching buku tersebut. Sayang, konon pada sore hari, Bandung tiba-tiba diguyur hujan lebat sehingga sambungan saya melalui Skype pun harus diakhiri. Meski demikian, setelah hujan berhenti, acara launching pun dilanjutkan lagi dan diakhiri dengan book-signing oleh para penulis. Tentunya, saya tidak bisa ikut book-signing karena tidak hadir di sana.

Namun bagaimanapun juga, it was a great day! Cukup menyenangkan rasanya bisa terlibat di launching buku sendiri meskipun terpisah jarak ribuan kilometer.

Ah, spirit menujuh memang luar biasa. Kini, hari demi hari saya serasa tidak berhenti bercerita.

MP