Tur ‘Theatre of Dreams’ di Old Trafford

Tur ‘Theatre of Dreams’ di Old Trafford, Manchester

(Tulisan ini dimuat di website Football Tribe Indonesia pada 15 April 2017)

Screen Shot 2017-06-10 at 5.03.11 PM

“Ada fan Liverpool di sini? Silakan keluar lewat pintu sebelah sana.”

Lelucon yang dilontarkan tour leader bernama Dave itu disambut tawa semua peserta tur, termasuk saya. Kami sadar betul bahwa kami sedang berada di Old Trafford, kandang Manchester United (MU). Liverpool adalah rival mereka selama bertahun-tahun. Maka, kami harus siap mendengar berbagai lelucon tentang Liverpool.

“Maaf, saya bercanda. Tapi jika ada fan Liverpool yang menganggap serius sih, tak apa-apa,” sambung Dave sambil tertawa lebar.

Saya lupa nama belakang Dave, yang jelas ia lahir dan besar di wilayah Greater Manchester. Pertama kali ia datang menonton langsung Manchester United bermain di stadion pada usia delapan tahun, diajak oleh ayahnya. Sejak saat itu, Dave menjadi suporter setia MU.

Continue reading

Advertisements

HIDUP SEBAGAI MUSLIM DAN RAMADAN DI SWISS

HIDUP SEBAGAI MUSLIM DAN RAMADAN DI SWISS: 

(Tulisan ini sudah dimuat di Majalah Elfata edisi Maret 2016)

Pada tahun 2011 hingga 2013 lalu, saya berkesempatan untuk kuliah magister di Universitat Bern, Swiss. Berikut ini adalah sedikit cerita saya di negeri yang terletak di kaki pegunungan Alpen itu.

Selepas lulus kuliah dari salah satu universitas di Bandung, saya memang bercita-cita untuk melanjutkan kuliah ke salah satu negara di Eropa. Alhamdulillah, kesempatan itu datang berkat sebuah program beasiswa yang membawa saya ke Bern, ibukota negara Swiss. Pada bulan September 2011, tibalah saya di negara mungil yang berbatasan dengan Jerman dan Prancis tersebut.

The best hike I've done in my life so far. Stockhorn, Switzerland, 4 years ago. #travel #switzerland

A post shared by Mahir Pradana (@maheerprad) on

Continue reading

My Life in 2017

MY LIFE IN 2017

Sepertinya saya telat sedikit menulis update tentang kehidupan saya di tahun 2017 ini. Saya cukup senang karena tahun 2017 ini membawa saya ke berbagai perjalanan hidup yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.

  • Pindah ke Spanyol

Yap, sejak Januari 2017 lalu saya mulai menjalani program doktoral saya di Universidad Pablo de Olavide. Universitas ini terletak di kota Sevilla, Spanyol. Namun, beberapa kelas saya ambil juga di Universitat de Barcelona.

They said books are the window of the world, then library card is the key 🤓

A post shared by Mahir Pradana (@maheerprad) on

Continue reading

Peringkat Nominasi Film Terbaik Oscar 2017 versi Saya

Peringkat Nominasi Film Terbaik Oscar 2017

versi Saya

Tanpa sadar, ternyata saya sudah menonton ke-sembilan film yang masuk nominasi ‘Best Picture’ Academy Awards 2017 (lebih dikenal dengan sebutan Piala Oscar) sebelum pemenangnya diumumkan pada 26 Februari 2017. Terlepas dari pemenang versi juri Oscar nanti film apa, saya membuat peringkat ke-sembilan film terbaik tersebut di bawah ini:

best-pictures-759

Continue reading

Here’s to The Fools Who Dream

HERE’S TO THE FOOLS WHO DREAM

Tulisan ini dimuat juga di website Voxpop Indonesia dengan judul ‘Mengapa La La Land Terhubung Langsung dengan Kita?’ 

http://voxpop.id/mengapa-la-la-land-terhubung-langsung-dengan-kita/

La La Land‘, film musikal yang menampilkan chemistry mantap Ryan Gosling dan Emma Stone, sedang menjadi award-darling di berbagai acara penghargaan dan memikat jutaan penonton di dunia saat ini. Selain kedua pemainnya memang sudah good-looking dari sananya dan lagu-lagu di filmnya memang memorable, kira-kira apa yang membuat kita menyukai ‘La La Land‘? Continue reading

Wiljan Pluim, dari Belanda ke Indonesia Lewat Vietnam

WILJAN PLUIM, DARI BELANDA KE INDONESIA LEWAT VIETNAM

(Update: ini menjadi postingan paling banyak dibaca sepanjang sejarah blog saya ini. Hingga Juni 2017, postingan ini dibaca sudah lebih 7000 kali. Besar kemungkinan ini berkaitan dengan meroketnya pamor Wiljan Pluim di liga Indonesia)

(Baca juga interview langsung saya dengan Pluim di website Football Tribe )

(Artikel di bawah ini juga pernah di muat di website Fandom Indonesia)

Akhir-akhir ini, ada sebuah nama yang menjadi buah bibir para pendukung PSM Makassar. Dia adalah playmaker berusia 27 tahun bernama Wiljan Pluim (baca: Wi-li-an Plo-em).

Pada akhir putaran pertama Liga Indonesia Torabika Soccer Championship (TSC), PSM Makassar masih terdampar di papan bawah klasemen. Namun setelah bergabungnya Robert Rene Alberts (RRA) sebagai pelatih kepala, prestasi klub berusia 101 tahun ini perlahan-lahan membaik. Hingga pekan ke-30, Ardan Aras dan kawan-kawan kini sanggup bersaing di papan atas, tepatnya posisi lima klasemen sementara.

Perubahan drastis PSM tak lepas dari efek bagus bergabungnya Pluim. Pemain tengah asal Belanda ini sudah bergabung ketika RRA mengambil alih kursi kepelatihan, tapi baru bisa dimainkan di putaran kedua kompetisi. Selama sekitar 12 pertandingan, Pluim sudah mencetak 3 gol, yaitu sebuah gol indah ke gawang Barito Putra dan PS TNI serta gol penentu kemenangan di injury time melawan Madura United. Selain 3 gol tersebut, ia juga sudah mencetak 4 assist di semua pertandingan yang dilakoniknya bersama PSM (total 11 pertandingan per 28 November 2016). Continue reading