Concert Hopper

Selain traveling dan nonton bola, salah satu kegemaran saya adalah nonton konser musik. Sewaktu ngubek-ubek blog yang lama, ada beberapa postingan tentang menonton konser musik. Saya share sedikit, ah, hitung-hitung nostalgia:

1. Nonton The Killers di Sydney Entertainment Centre

Finally I got a chance to watch THE KILLERS!

— postingan 13 November 2007

It was Sunday, November 11th at Sydney Entertainment Centre… over a thousand spectators were entertained by the major band from Las Vegas, THE KILLERS… Luckily, i was there to witness Brandon Flowers (Vocals, Synthesizer), David Keuning (Guitars), Mark Stoermer (Bass), and Ronnie Vannucci (Drums)…

it was one of the most beautiful night in my life! They performed almost all their great hits, starting from ENTERLUDE, then WHEN WE WERE YOUNG, BONES, READ MY MIND, MR. BRIGHTSIDE, SOMEBODY TOLD ME, SMILE LIKE YOU MEAN IT, FOR REASONS UNKNOWN, to their new singles from their upcoming B-Sides album, Sawdust, TRANQUILIZE, SHADOWPLAY ME, and then finally sealed by ALL THE THINGS THAT I’VE DONE and EXITLUDE…

PB110042

2. Nonton Gig Superman Is Dead di Newcastle

— postingan 1 November 2007

Sekitar tiga tahun yang lalu, saya BENCI banget ama band yang namanya SUPERMAN IS DEAD… Saya pikir, apaan sih ini band norak banget, pengen ikut-ikutan nge-punk kayak GreenDay. Terus mereka menodai kesakralan pahlawan yg telah memberikan harapan bagi jutaan umat manusia, siapa lagi klo bukan alter-ego si culun Clark Kent, SUPERMAN. Pikir saya, mereka berani-beraninya bilang Superman udah mati… ‘dasar orang-orang gak punya mimpi’, maki saya waktu itu.

Tapi pada malam hari yang dingin-dingin gerah (lho…?) di kota Newcastle, tepatnya di Croatian Club Wickham, tanggal 26 Oktober 2007, pemikiran sembrono saya itu sirna. Saya dibuat kagum oleh betapa friendly dan down to earth-nya mereka bertiga. BOBBY KOOL (vokal+gitar), EKA ROCK (bass+vokal), dan JRX (drum) dengan santainya ngelayanin saya ama temen-temen gue, Fikar, Johnny ama Lele, secuil orang-orang Indonesia yang menonton mereka perform pada malam itu. Mereka bertiga tertawa-tawa dan bercanda seolah bertemu teman-teman lama.

PA260055

Dan satu hal berhasil nge-twist 180 derajat penilaian saya terhadap mereka adalah betapa mereka sanggup menjalani cobaan terjal dan berbatu (ceileh) yang menerpa selama mereka berjuang mempromosikan ‘Punk Rock’ ke masyarakat. Masyarakat Indonesia yg majemuk dan masih gampang terprovokasi ternyata membuat lagu-lagu SID masih sulit diterima oleh mereka.Padahal lagu-lagu mereka selalu berniat baik, seperti mengajak kita untuk hidup bersih dari drugs dan alkohol, meniupkan spirit generasi muda, serta mempromosikan budaya Indonesia, seperti tujuan mereka melakukan Australian Tour 2007 ini…

Anyways, here are some pics of these three fabulous energetic men. One lesson to me : SID are not Greenday. SID is SID, GreenDay is GreenDay. but their missions are the same… proliferating both punk-rock and peace as a culture

(setelah nge-blog tentang ini, Bobby Si Vokalis SID ngasih comment di blog gue dan berkata: ‘Thanks atas postingannya, man! Sama, gue juga dulu nggak suka sama Adon Base Jam, tapi setelah ngobrol langsung, ternyata orangnya keren’. Ups…)

3Nonton Dashboard Confessional, Stereophonics, The Vines sama Wolfmother di Java Rocking Land 2010:

— postingan Oktober 2010

Tanggal 8,9,10 Oktober 2010, konser rock Java Rocking Land diadakan lagi di Pantai Karnaval Ancol. This time, I have promised myself long before the D-Day not to miss it. Tahun lalu, saya nyesel banget karena ga nonton event yang sama (karena ada…ehm, masalah pribadi yg harus diselesaikan). Padahal tahun lalu, one of my most favorite bands ever manggung di sana. Third Eye Blind!

Tahun ini, nggak ada ceritanya deh saya bakalan ngelewatin another my favorite bands manggung. Saya dari dulu suka sama band Brit bernama Stereophonics. Yep, pasti kalian juga pada tau. Band ini mulai angkat nama setelah mempopulerkan lagu ‘Maybe Tomorrow’ yang dijadiin soundtrack 2 film kerensekaligus, Wicker Park (2004) dan Crash (2005). Meskipun mereka sendiri sudah eksis di Eropa sejak satu dasawarsa sebelumnya.

Nah, demi ngejar Stereophonics, saya bela-belain nyari tiket harga mahasiswa (lucky me, I still had my student card :D). Akhirnya saya dapat tiket untuk hari ke-2, dimana Stereophonics manggung bersama Arkarna dan Dashboard Confessional. I like the other 2 bands, tapi saya nggak terlalu antusias mau ngeliat mereka (saya udah liat Dashboard di bulan Juni tahun ini dan Arkarna di acara pre-event di Bandung). Karena keterbatasan budget, saya nggak sanggup beli satu tiket lagi yang di hari ke-3, meskipun salah satu band cadas yang saya pengen nonton, Wolfmother, manggung di hari itu.

Namun, rejeki ternyata nggak lari kemana-mana. Salah satu temen saya yang jatuh sakit ngerelain tiket hari ke-3-nya buat gue. Asyik! Akhirnya saya bisa nonton hari ke-3 FOR FREE!!!

Anyways, berikut ini track list saya terhadap international performers di Java Rocking Land hari ke-2 dan 3. Sebelum kalian bertanya-tanya, track list ini saya tulis lagu-lagu yang saya nikmatin dari para performers-nya aja (baca: yang lagu-lagunya saya tahu dan bisa sing-along, hahaha)

 

DASHBOARD CONFESSIONAL

1. Don’t Wait

2. Saints and Sailors

3. As Lovers Go

4. Vindicated

5. Stolen

6. Belle of the Boulevard

7. Hands Down

ARKARNA

1. Insomnia

2. Your Psycho

3. Stoned

4. Eat Me

5. Life is Free

6. Rehab

7. So Little Time

stereophonics__jrl_2010_by_tr4y4-d30zwoo

STEREOPHONICS

1. Bank Holiday Monday

2. A Thousand Trees

3. Innocent

4. Pick A Part That’s New

5. Local Boy in the Photograph

6. Have A Nice Day

7. More Life in A Tramp’s Vest

8. Mr. Writer

9.Superman

10. Just Looking

11. Maybe Tomorrow

12. Dakota

THE VINES

1. Winning Days

2. Ride

3. Get Free

4. Ms. Jackson

5. Fuck the World

WOLFMOTHER

1. Woman

2. Vagabond

3. The Joker and the Thief

MUTEMATH

1. Chaos

2. Clipping

 

Whatta weekend I had! :))

4. Nonton Neon Trees, The Cranberries, dll di Java Rocking Land 2011

Just realized I haven’t blogged about this.

5. Nonton Lifehouse dan Rivermaya di Guinness Arthur’s Day 2010

Sama, ngeblog tentang ini nanti aja, ya! :p

6. Nonton Incubus di Hallenstadion Zurich 2011

Sial, banyak ternyata yang belum gue blog

7. Nonton Bon Jovi di Stade de Suisse, Bern, 2013

Oke, sepertinya harus ada postingan khusus tentang empat poin terakhir :))

8. Nonton Imagine Dragons di Gurtenfestival Bern, Swiss 2013

Nah, yang ini sudah ada postingannya di https://mahir-pradana.com/2013/08/13/down-to-earth-top-of-the-world-ala-imagine-dragons/

Advertisements

Down to earth, top of the world ala Imagine Dragons

Gurtenfestival, Bern, Swiss, 21 Juli 2013.

Suhu udara: (38 derajat Celcius) super hot!

Level of excitement: Super-excited!

Sama seperti nonton bola di stadion, salah satu kesenangan saya adalah nonton konser musik. Makanya di suatu hari bulan Juli yang panas itu, saya rela bergabung dengan ribuan orang yang memadati Puncak Gurten, Swiss untuk menjadi bagian dari festival musik tahunan mereka. Khusus untuk performer yang satu ini, saya bahkan bela-belain bergerilya untuk maju ke baris depan, meskipun harus bersikut-sikutan dengan cewek-cewek abege.

For a specific reason, I had to be in the front row. Biasanya, jika nonton konser saya lebih suka berada di garis belakang, but not this time. Pasalnya, performer yang satu ini adalah band baru yang langsung menjadi idola saya. Sebuah band yang baru naik daun di tahun 2012 lalu bernama Imagine Dragons.

Hello, Bern! We are Imagine Dragons, we are so glad to be here. We are from Las Vegas, Nevada,’ begitu sapa frontman sekaligus vokalis band tersebut, Dan Reynolds.

Image

We are here to help you release the stress from your daily life. So, for today, let’s all forget all the stress from work or university, let’s just enjoy some music!’

Setelah itu, Imagine Dragons pun menggeber dua lagu dari album Night Vision, bertajuk ‘Tiptoe’ dan lagu favorit saya di album tersebut, berjudul ‘Amsterdam’. Sebagai pengikut baru yang sudah akrab dengan lagu-lagu mereka–bahkan sampai  menghapal liriknya, I was having a good time. Meskipun udara panas menyengat sampai membuat peluh membanjiri T-shirt yang saya kenakan.

Imagine Dragons lalu menyambung kemeriahan dengan lagu-lagu andalan mereka seperti ‘Hear Me’, ‘Bleeding Out’, Underdog’, dan bahkan membawakan cover lagu ‘Stand By Me’-nya Ben E. King. Lalu, ketika crowd dirasa sudah cukup excited, mereka tidak berbasa-basi dengan langsung membawakan salah satu hit single mereka yang sudah cukup lama bertengger di billboard, ‘It’s Time’.

Setelah puas membuat penonton bergoyang, Imagine Dragons rehat sejenak untuk memberi kesempatan bagi Reynolds untuk kembali berkomunikasi dengan penonton. Di sinilah momen ketika saya semakin bersimpati kepada band alternative rock ini.

It was quite funny when we got an invitation to play in Switzerland. At first, we thought only four or five people would come to see our show…’

Dan Reynolds mengucapkan pengakuan itu sambil tertawa-tawa kecil. Dari raut wajahnya, terlihat bahwa ia cukup tulus mengungkapkan hal tersebut, bahwa ekspektasi awalnya tidak muluk-muluk, ia hanya ingin datang dan bermain musik untuk menghibur warga Bern. Di luar dugaannya, Imagine Dragons ternyata cukup terkenal di Eropa.

We play music because we love it. We are just the same as you guys, we are normal people. We are just your boys next-door because we love to express…’

Saya terkesan, ternyata puncak ketenaran yang datang begitu cepat tidak membuat band Las Vegas ini besar kepala. Bahkan sebaliknya, mereka tetap memperlihatkan sikap down to earth.

Ini tergambar juga dari penampilan Imagine Dragons yang dibuat sebisa mungkin tidak mengada-ada. Selepas membawakan lagu-lagu populer andalan mereka seperti ‘Radioactive’ dan ‘Demons’, mereka hanya sempat turun panggung sebentar untuk mengambil napas. Namun, sama sekali tidak terlihat bahwa mereka sedang bersandiwara agar penonton meminta encore, yaitu penampilan tambahan setelah penonton bersorak ‘We want more!’

No, Imagine Dragons did not have to do that. Performance mereka terkesan jujur dan apa adanya. Mereka tidak ingin terlihat sebagai seleb terkenal. Seperti kata Reynolds tadi, mereka sama saja seperti kita, tidak lebih dari orang biasa yang suka bermimpi.

Maka, tanpa sandiwara palsu encore yang kadang terasa basi, Imagine Dragons pun menutup penampilan mereka di Gurtenfestival pada hari itu dengan hit single terakhir mereka, ‘Top Of the World’.

Imagine Dragons. Down to earth, top of the world.

Thanks to PianetaSarah for the videos on Youtube

MP