OTOTD: Outfit Topic of the Day

Beberapa hari yang lalu saya mengalami kejadian yang entah bisa dibilang lucu atau nyebelin. Saat itu sekitar pukul 10 pagi di kampus tempat saya mengajar. Saya hendak bergegas menghadiri agenda rapat di gedung lain, tapi saya menyempatkan dulu untuk menyapa teman saya sesama dosen yang sedang mengajar di salah satu ruangan. Baru saja akan membuka pintu ruangan kelas untuk menemui teman saya itu, sebuah suara aneh terdengar. Continue reading

My Summer Readings

In Indonesia, there are only sunny days and rainy days. We don’t really know when our summer starts or ends. However, while people in other countries start with their list of fictions as their summer readings, we also don’t want to be left behind.

This last month, I finished two remarkable pieces of work. The first one is ‘Mr. Penumbra’s 24-Hour Bookstore‘ by Robin Sloan (2012). It tells a story about a jobseeker who finally got a job as a bookstore attendant. The seemingly boring night-shift job turned into a fascinating adventure when the protagonist began to notice that his customers were not average normal ones. His curiosity turned into investigation which opened his eyes about the existence of a hundreds year-old cult trying to preserve conventional books from extinction.

screen-shot-2016-09-11-at-9-19-15-am

photo source: farm9.staticflickr.com

The premise of a twenty-something guy who worked in a bookstore attracted me in the first place. It reminded me to the premise of my favourite ever, ‘High Fidelity‘ by Nick Hornby, in which the protagonist ran a record store. However, I was quite stunned by the shifting of ‘Mister Penumbra’s‘s plot into a quite surreal adventure that felt like something coming out of any Neil Gaiman’s works. Thankfully, I like Gaiman’s too, so I could still enjoy Robin Sloan’s unforgettable debut. Continue reading

Pride, Prejudice and ‘Uang Panai’

SPOILER ALERT: Postingan ini membeberkan isi cerita dari film ‘Uang Panai’. Jadi jika Anda belum menonton dan berniat akan menontonnya, berhentilah membaca sampai di sini saja.

Ada masa-masa saya sangat rajin menonton film nasional. Sejak SMP, saya memang penikmat film-film barat. Tetapi baru ketika duduk di bangku kuliah saya betul-betul merasakan kegairahan film nasional. ‘Alexandria’, ‘Catatan Akhir Sekolah’, ‘Denias’ sampai film Indonesia favorit saya sepanjang masa, ‘Jomblo’ adalah judul-judul yang saya libas di bioskop dan bahkan mengoleksi VCD-nya. Namun, selalu pertanyaan yang sama melintas di benak saya, “Kapan film-film menghibur seperti judul-judul di atas mengambil setting di kota Makassar?” Continue reading

Sunset Holiday: The Road Trip

“Kalian mau honeymoon di mana?”

Setiap kali ada orang yang nanya begitu ke saya dan Nina , kami susah mau jawab apa. Bukan karena kami belum memikirkan jawaban mau menghabiskan luna-de-miel di mana, melainkan kami merencanakan rutinitas pasca resepsi nikahan yang cukup berbeda dari orang-orang lain, yaitu:

Road trip di Amerika Serikat dan Eropa.

hobbit.gif

Kenapa tidak berbulan madu di sebuah hotel berbintang dengan pemandangan pantai saja? Kenapa mesti cape-cape road trip? Continue reading

The Dim Reading Lights

Screen Shot 2016-08-27 at 4.30.30 PM

Ketika menemukan pengumuman di atas lewat Facebook, rasa sedih memenuhi diri saya. Reading Lights, kafe-buku tempat saya membaca, menulis, melamun, berdiskusi dengan rekan-rekan ‘sefrekuensi’, membeli buku bekas, serta menggantungkan impian selama kurang lebih 10 tahun terakhir.

Reading Lights bukan tempat asing bagi warga Bandung, khususnya para pecinta buku. Nama tempat ini bahkan terkenal juga sampai ke Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia. Alasannya adalah tempat yang cukup cozy bahkan terbilang homey, koleksi buku asing yang cukup banyak, ruang berkembang bagi komunitas, juga pilihan minuman kopi yang membuat banyak orang jatuh cinta. Continue reading

[TRAVEL STORY] CHRISTIANIA

Beberapa saat yang lalu, entah kapan, saya pernah berjanji mau berbagi sedikit pengalaman traveling berkesan saya. Janji itu rasanya sudah lama sekali, hahaha. Mumpung saya sedang dalam mood bercerita (dan juga mood traveling), saya mulai sedikit bercerita tentang…

CHRISTIANIA!

Ketika nama tempat ini disebut, mungkin banyak yang mengerutkan kening. Di mana itu? Kota apa itu? Negara apa itu? Sayangnya, penjelasan geografis hanya akan membuat kita bingung. Jadi, saya coba mulai menjelaskan ‘Christiania’ berdasarkan penjelasan di Wikipedia.

Freetown Christiania adalah wilayah otonomi yang secara geografis berada di tengah-tengah kota Copenhagen, Denmark. Luasnya sekitar 34 hektar dengan penduduk sekitar 850 jiwa. Pemerintah Denmark melarang peredaran ganja, tapi khusus untuk Christiania, penjualan dan pemakaian ganja dianggap legal.  Continue reading