PUBLICATIONS

Ini adalah interview saya dengan GagasMedia menjelang pengumuman Anugerah Pembaca Indonesia 2011. Novel pertama saya, Here, After berhasil masuk sampai 5 besar di dua kategori, yaitu ‘Buku Fiksi Terbaik’ dan ‘Cover Fiksi Terbaik’. Pada akhirnya, keduanya gagal dimenangkan. But still, it was one proud moment for me!

Oh ya, pada waktu itu, saya diwawancarai oleh GagasMedia menjelang penganugerahan award tersebut. Nah, bagi yang belum baca interview-nya, saya copy ke sini, yaa! 🙂

(dikutip dari http://blog.gagasmedia.net/Artikel/here-after-kebanggaan-mahir-pradana.html )

Halo teman-teman. Blog Gagas kali ini menampilkan Mahir Pradana, penulis novel Here, After yang berhasil masuk ke dalam shortlist Anugerah Pembaca Indonesia 2011. Berikut adalah hasil wawancara Gagas dengan Mahir Pradana.

Apa sih perasaan kamu saat tahu Here, After masuk ke dalam shortlist Anugerah Pembaca Indonesia 2011?

Kaget. Benar-benar kaget. Sangat tidak menyangka Here, After bisa masuk ke dalam shortlist karena pesaing di dalam longlist tahap dua bukanlah nama dan judul yang sembarangan, sedangkan Here, After adalah karya pertama saya. Lagipula, saya sehari-hari sudah sibuk dengan kuliah di Swiss. Jadi konsentrasi saya sudah kembali di bangku kuliah. Eh, ternyata Twitter memberi tahu saya berita baik ini. It was a sweet suprise!

Bagaimana yang kamu rasakan saat ini bersanding dengan novelis-novelis yang ternyata juga kamu kagumi, contohnya Dewi Lestari?

Seperti melayang-layang di langit. Lagi-lagi alasannya karena saya tidak menyangka bisa sampai di tahap akhir (shortlist). Ditambah lagi, Here, After adalah karya pertama saya. Tentu saja saya bangga bisa berada satu tingkat dengan para novelis senior seperti Dewi ‘Dee’ Lestari, A. Fuadi, dan Asma Nadia.

Apa pernah kamu menyangka atau memprediksikan kalau Here, After akan masuk ke dalam shortlist Anugerah Pembaca Indonesia 2011?

Sama sekali tidak pernah. Sudah diterbitkan saja, saya sudah bersyukur sekali. Setelah itu, bersyukur lagi karena banyak yang suka dengan jalan ceritanya. Tetapi, terus terang, saya tidak menyangka akan masuk shortlist.

Tuliskan dalam satu kalimat dari penulis Here, After sebagai bukti bahwa kamu memang bangga dengan hasil kerja kerasmu ini.

Hahaha… This is tough. Singkatnya, saya bangga dengan kenyataan bahwa saya menyelesaikan penulisan novel ini, karena jika tidak, maka tidak akan sampai di sini.

Menurut kamu, siapa orang yang paling berperan penting di dalam proses kelahiran Here, After ini?

Wah, terlalu banyak. Dari keluarga, teman dekat, penerbit, hingga orang-orang yang saya tidak kenal tetapi karya mereka menginspirasi saya, seperti novelis atau pencipta lagu yang saya kagumi.

Banyak penulis menggambarkan bukunya sebagai anak rohaninya, kalau kamu sendiri, menggambarkan Here, After sebagai apa? Ditambah lagi dengan ‘bonus’ Here, After tembus sampai ke shortlist Anugerah Pembaca Indonesia.

Nothing special. Saya malah tidak ingin menganggap Here, After sebagai sesuatu yang terlalu istimewa. Banyak penulis yang berakhir menjadi ‘one hit wonder’ dan saya tidak ingin menjadi seperti itu. Caranya, saya harus tetap berkarya.

Bagaimana menurut kamu dengan keberadaan Anugerah Pembaca Indonesia 2011 ini? Apakah ini menjadi sebuah kontribusi yang baik bagi insan perbukuan?

Tentu saja. Banyak ajang penghargaan lain di bidang perbukuan, tetapi nominasinya selalu saja di luar radar para pembaca awam. Anugerah Pembaca Indonesia, di lain pihak, telah memberi kontribusi bagi dunia perbukuan di Indonesia. Ini dibuktikan dengan terbukanya kesempatan bagi siapa pun untuk menentukan pemenangnya.

Apa yang kamu lihat dengan budaya menulis dan membaca di Indonesia di masa kini?

Dunia penulisan Indonesia memiliki masa depan yang cerah. Menerbitkan buku bukan lagi dominasi sekelompok orang atau perusahaan. Sekarang, siapa pun bisa berkarya. Menjamurnya buku-buku self-publishing dan website atau grup menulis online adalah buktinya.

Apa yang kamu harapkan dengan budaya menulis dan membaca di Indonesia di masa mendatang?

Yang jelas, ekspektasi saya seperti semua orang,  yaitu agar Indonesia semakin kaya akan karya-karya berkualitas. Semoga penulis-penulis baru berminculan dan variasi tema semakin banyak.

Ada keinginan untuk memberikan kontribusi yang lebih terhadap budaya menulis dan membaca di Indonesia selain menerbitkan buku untuk banyak orang?

Tentu saja. Contoh nyatanya adalah mumpung saya sedang di Eropa, saya sedang mencari-cari jadwal konferensi-konferensi penulis atau pameran buku untuk menyebarluaskan tentang dunia kepenulisan di Indonesia. Doakan saja agar lancar.

others:

http://kumpulpenulispembaca.com/2014/12/04/mahir-pradana/

http://www.kompasiana.com/maheeR

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s